Telegram

Ziarah Kubur Tidak Harus Menjelang Ramadhan Dan Idul Fithri

Admin Pro
27 Maret 2022, 11:48 AM.
Last Updated 2022-03-27T03:48:21Z
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh - Ini adalah tulisan yang dibagikan di grup telegram manhaj salaf, niat untuk menyebarkan kebaikan kepada sesama Umat Islam.

Tulisan ini karya Ustadz Berik Said hafidzhahullah dan juga dipublikasikan di Dakwahmanhajsalaf.com

Biasanya setap kali Ramadhan akan datang, maka beberapa hari sebelumnya kuburan mulai ramai diziarahi orang, kegiatan semacam ini terkadang disebut sebagai nyekar atau nyadran, adapula yang menyebutnya kosar, munggahan dan lain-lain. Kebiasan menyengaja ziarah kubur ini juga kadang terjadi setiap akan datangnya hari raya.

Tidak diragukan lagi, ziarah kubur -khususnya untuk kaum lelaki- bila dengan tujuan mengingat kematian dan selama dalam tata caranya sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka hal ini termasuk perkara yang amat dianjurkan dan sebuah sunnah yang jelas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

"Saya dulu melarang kalian berziraha kubur, tetapi sekarang (silahkan) kalian berziarah kubur". [HR Muslim no.977]

Sementara dalam riwayat lain disebutkan:

فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُرِقُّ الْقَلْبَ وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ فَزُوْرُوْا وَلاَ تَقُوْلُوْا هُجْرًا

"Maka, berziarah kuburlah, karena ziarah kubur dapat melunakkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan akhirat. Berziarahlah dan jangan berkata yang tidak baik (menjerit dan meratapi)". [HR. Hakim no.1933, Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ 7584 mengatakan shahih]

Atas dasar hadits diatas dan banyak pula hadits shahih lainnya yang menunjukkan bahwa hukum asal ziarah kubur adalah sunnah dan dilakukan kapan saja kita punya waktu luang, jika tata caranya sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tujuan ziarah kubur itu juga sebagaimana yang telah diarahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang telah disebutkan pada hadits diatas.

Adapun, menetapkan hari atau waktu utama untuk ziarah kubur, seperti menjelang Ramadhan atau idul fithri, maka ini adalah sesuatu yang tidak ada dalilnya. Dan barangsiapa hendak menetapkan ada hari atau waktu utama untuk ziarah kubur, wajib baginya mendatangkan dalil yang shahih dari Al-Quran, hadits shahih, atau yang di amalkan oleh para Shahabat radhiallahu 'anhum.

Nah, apakah ada satu saja nash shahih yang menunjukkan diutamakannya ziarah kubur setiap menjelang Ramadhan, Idul Fithri, maupun Idul Adha ?Andai ada dan shahih, maka boleh bahkan sunnah kita menjalankannya. Tetapi jika tidak ada, maka menganggap hal itu sebagai sebuah keutamaan apalagi dilakukan hampir tiap tahun, tidak diragukan lagi itu termasuk bid'ah zamaniyyah (bid’ah yang terkait dengan penentuan waktu utama yang tidak ditetapkan oleh nash yang shahih). Nyatanya sepanjang yang ana ketahui, tidak ada satupun nash yang menetapkan hari atau waktu utama untuk ziarah kubur, baik itu dari Al Qur’an, hadits shahih, maupun dari para Salaf.

Jika demikian, maka menyengaja merutinkan ziarah kubur setiap menjelang datangnya Ramadhan atau hari raya, maka semuanya adalah bid'ah dan semua bid'ah adalah sesat, maka berhati-hatilah dari amalan bid'ah ini.

makam nabi ibrahim


Baca Juga